Penerapan Teknologi Jam Digital Waktu Salat untuk Meningkatkan Ketepatan Waktu Azan di Wilayah Pedesaan

Authors

DOI:

https://doi.org/10.35719/7p82wg26
Prayer Time Display, Mosque Digitalization, Adhan Time Accuracy, Appropriate Technology, Rural Communities

The phenomenon of the adhan being recited before the prescribed prayer time still frequently occurs in several rural areas due to limited access to accurate prayer time information. Field observations indicate that this problem is primarily caused by the absence of a Prayer Time Display (PTD) in local mosques. This condition leads to a lack of punctuality in the performance of congregational prayers and other religious activities within the mosque environment. This community service activity aims to design and install a digital Prayer Time Display (PTD) that meets community needs while balancing cost efficiency and device durability. The processes of design, installation, and configuration were carried out in a participatory manner with mosque congregants to ensure their capacity for independent operation and maintenance. The program's effectiveness was evaluated through interviews with the muezzin and mosque congregants to assess the accuracy of adhan timing and the ease of use of the device. The results show that implementing the digital PTD reduced the deviation in adhan timing from approximately ±5–10 minutes prior to installation to ±1–2 minutes afterwards. Consequently, the adhan schedule became more accurate and consistent. Based on interview findings, the muezzin stated that the availability of prayer time notifications and configurable iqamah intervals facilitated the performance of the adhan and improved the overall organization of worship activities in the mosque.

Keywords: Prayer Time Display, Mosque Digitalization, Adhan Time Accuracy, Appropriate Technology, Rural Communities

Abstrak: Fenomena azan yang dikumandangkan sebelum waktunya masih kerap terjadi di beberapa wilayah pedesaan akibat keterbatasan akses terhadap informasi waktu salat yang akurat. Berdasarkan hasil observasi lapangan, permasalahan tersebut disebabkan oleh ketiadaan Jam Waktu Salat (JWS) di masjid setempat. Kondisi ini berdampak pada kurangnya ketepatan pelaksanaan ibadah berjamaah serta aktivitas keagamaan lainnya di lingkungan masjid. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk merancang dan memasang Jam Waktu Salat (JWS) digital yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat dengan tetap memperhatikan aspek ekonomis dan daya tahan perangkat. Proses perancangan, pemasangan, dan konfigurasi JWS dilakukan secara partisipatif bersama jamaah masjid agar mereka memiliki kemampuan untuk melakukan pemeliharaan secara mandiri. Evaluasi keberhasilan kegiatan dilakukan melalui wawancara dengan muazin dan jamaah masjid untuk menilai tingkat ketepatan waktu azan serta kemudahan penggunaan perangkat. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa penerapan JWS digital mampu menurunkan selisih waktu azan dari kisaran ±5–10 menit sebelum penerapan menjadi sekitar ±1–2 menit setelah penerapan. Dengan demikian, waktu azan menjadi lebih akurat dan konsisten. Berdasarkan hasil wawancara, muazin menyatakan bahwa keberadaan notifikasi waktu salat dan pengaturan jeda iqamah mempermudah pelaksanaan azan serta meningkatkan keteraturan kegiatan ibadah di masjid.

Kata kunci: Jam Waktu Salat, Digitalisasi Masjid, Ketepatan Waktu Azan, Teknologi Tepat Guna, Masyarakat Pedesaan

31-12-2025

Downloads

31-12-2025

How to Cite

Penerapan Teknologi Jam Digital Waktu Salat untuk Meningkatkan Ketepatan Waktu Azan di Wilayah Pedesaan. (2025). Ngarsa: Journal of Dedication Based on Local Wisdom, 5(2), 113-122. https://doi.org/10.35719/7p82wg26

Similar Articles

11-20 of 28

You may also start an advanced similarity search for this article.